Minsel, wartasulut.com – Jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mengunjungi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Minsel dengan agenda silaturahmi pada Senin, (24/8/2026) Jalan Trans Sulawesi Kelurahan Pondang.

Silahturahmi yang disambut langsung Ketua Bawaslu Minsel Eva Keintjem, berubah menjadi sebuah dialog strategis yang membahas arah dan penguatan kualitas demokrasi di daerah.

Audensi yang berlangsung penuh keakraban itu, kedatangan jajaran PWI Minsel dipimpin langsung oleh Ketua PWI Hens Watung, didampingi Wakil Ketua OKK Adolof Mamoto, Sekretaris Wenly Kawengian, dan Bendahara Devy Karamoy serta Wakil Ketua PWI Sulawesi Utara Douglas Panit yang juga bertindak sebagai Penasehat PWI Minsel.

Keintjem mengapresiasi penuh gagasan konsolidasi demokrasi yang dibawa para insan pers. Dalam keterangannya secara langsung, Ia mengaku menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan bahwa selama ini peran pers sangat krusial sebagai mitra edukasi serta kontrol sosial dalam pengawasan Pemilu.

Ketua PWI Minsel Hens Watung menegaskan bahwa pers merupakan pilar keempat demokrasi yang bertanggung jawab menjaga keterbukaan informasi, objektivitas, serta mencerdaskan publik di tengah dinamika politik lokal maupun nasional.

Dalam diskusi, Bawaslu Minsel dan PWI sepakat memformulasikan konsolidasi demokrasi melalui format diskusi, sosialisasi, hingga Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat berbagai isu demokrasi secara tematik.

Bekaitan dengan kemitraan bersama pers, salah satu poin penting adalah rencana pencanangan program Waras Pemilu (Wartawan Pengawas Pemilu).

Program ini ditujukan untuk memperkuat sinergitas antar-lembaga dengan mengintegrasikan fungsi pengawasan partisipatif pers ke dalam pengawalan iklim demokrasi secara menyeluruh.

Kedua pihak optimis dapat membentengi masyarakat dari ancaman disinformasi, hoaks, dan narasi provokatif di era digital, sehingga informasi yang sampai ke publik senantiasa berimbang, jujur, dan akurat serta mampu menciptakan iklim politik yang bersih, bermartabat, transparan, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat. (red*)